IP
free counters

anda adalah pengunjung blog saya yang ke/ you are visitor my blog :

Powered By Blogger

Google Translate

Kamis, 30 Desember 2010

Mengakses beberapa Account facebook secara bersamaan

Mengakses beberapa Account facebook secara bersamaan - Pernahkah anda berpikir bagaimana dapat membuka beberapa account facebook anda pada komputer desktop atau netbook anda? mungkin yang anda pikirkan akan sama dengan saya, yakni dengan menggunakan beberapa jenis browser berbeda untuk kemudian mengaksesnya. Cara tadi mungkin sudah dapat menyelesaikan permasalahan tadi, namun bagaimana jika kita ingin dapat melakukannya hanya melalui sebuah browser saja.
Awalnya yang menjadi pemikiran adalah mengapa harus membuka beberapa account facebook dalam sebuah PC atau notebook, karena idealnya seseorang hanya memiliki sebuah account facebook saja. namun semua itu menjadi masuk akal, ketika seseoang memiliki beberapa account karena alasan-alasan tertentu, seperti masalah privasi, bisnis. atau bisa saja karena pada waktu itu kita sedang berbagi dalam menggunakan PC tersebut, entah itu dengan teman atau saudara kita, sementara hal yang ingin dilakukan adalah sama yakni membuka account Facebook masing-masing.
Pada artikel kali ini, saya mencoba memberikan sebuah tip bagaimana dapat mengakses beberapa account facebook hanya dengan menggunakan sebuah browser saja. untuk tip kali ini aplikasi browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox.
  • Terlebih dahulu kita perlu menginstal sebuah add on untuk Firefox yang bernama CookiePie 1.0.5 (aka Choco Torta). anda dapat memperolehnya melalui link berikut ini www.nektra.com/products/cookiepie-tab-firefox-exten-sion. lakukan proses instalasi dengan mengklik link Install Extention.
  • Jika aplikasi browser anda menanyakan untuk melanjutkan proses instalasi tersebut, klik tombol Allow.
  • Klik tombol Install Now pada jendela Software Installation untuk mulai menginstal aplikasi tambahan tersebut pada Firefox anda.
  • Tunggu hingga proses instalasi selesai, kemudian restart Firefox anda dengan mengklik tombol Restart Firefox yang muncul pada bagian atas jendela Add-ons tersebut.
  • Kini, saatnya mencoba kebolehan aplikasi CookiePie yang baru saja kita instalkan. pada jendela Firefox, silakan mengakses situs Facebook. setelah itu, lakukan klik kanan pada tab situs Facebook tersebut untuk mengaktifkan fitur Toggle on/off CookiePie. setelah selesai mengaktifkan fitur tersebut, sekarang anda boleh login kedalam account Facebook anda yang pertama.
  • Untuk dapat mengakses account Facebook anda yang lain, cukup mengaktifkan fitur Toogle On/Off CookiePie Tab lain, sebelum mulai mengakses account Facebook anda tersebut.
  • Jika proses tersebut berhasil, maka kin anda sudah dapat mengakses beberapa account Facebook sekaligus dalam sebuah aplikasi browser. anda dapat menggunakan seluruh fitur dari Facebook.
  • Selesai...

Jumat, 19 November 2010

Bagaimana Analisis Virus Dilakukan?

Ada tiga cara untuk menganalisis virus, pertama dengan cara black box, yaitu melihat perilaku virus di sebuah lingkungan tertentu, menganalisis isi virus dengan disassembly, dan yang ketiga adalah dengan melihat jalannya virus dengan debugger. Sayangnya kebanyakan orang hanya bisa melakukan analisis cara pertama dan sedikit cara kedua, namun tidak menyeluruh.

Black box analysis

Beberapa program tersedia untuk melihat perbedaan state komputer sebelum dan sesudah program sesuatu dijalankan (termasuk juga sebelum dan sesudah virus dijalankan). Saya tidak terlalu percaya dengan program semacam ini, tapi program semacam ini bisa menunjukkan file-file apa saja yang dibuat virus, dan perubahan registry apa yang dilakukan oleh virus.

Cara ini mudah namun tidak ampuh, karena mungkin saja virus berperilaku aneh setiap hari Rabu sementara Anda mengetes di hari Selasa. Mungkin juga program yang dipakai untuk mencatat state sistem tidak sempurna sehingga ada perubahan yang tidak tercatat, dan ada kemungkinan virus tersisa setelah proses analisis selesai. Jika virus cukup canggih dan bisa mendeteksi adanya program pemonitor, virus bisa bertingkah laku berbeda dari keadaannya yang biasa.

Disassembly dan atau dekompilasi

Program dalam bahasa tertentu (biasanya yang dikompilasi dan diinterpretasi sekaligus, misalnya Java atau C#) bisa didekompilasi dengan mudah, artinya "bahasa mesin" yang ada pada file exe bisa dikembalikan menjadi source code, tapi program dalam bahasa lain tidak bisa dikembalikan menjadi source code, hanya bisa menjadi bahasa assembly.

Bahasa assembly sifatnya sangat low level (sangat dekat dengan mesin) sehingga sulit dimengerti kecuali dengan kesabaran dan banyak latihan (biasanya dengan bantuan debugger juga). Tidak banyak orang yang mau dan bisa melakukan hal tersebut, tapi itulah yang setiap hari dilakukan cracker untuk membuat serial number generator, dan mengcrack aneka program (program bajakan yang dipakai oleh banyak orang sekarang adalah karya cracker).

Melihat jalannya virus dengan debugger

Debugger bisa digunakan untuk menjalankan virus dalam lingkungan yang dapat dimonitor. Alur eksekusi, termasuk enkripsi virus bisa dipelajari dengan mudah. Penganalisis harus berhati-hati karena virus bisa saja menggunakan teknik antidebug, atau berjalan tidak terkendali. Biasanya teknik analisis ini digabung dengan disassembly.

Sumber: http://www.compactbyte.com/brontok/

Hal-Hal Aneh Seputar Brontok

Pencipta virus Brontok diduga dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tapi ternyata tidak ada bukti mengenai hal itu kecuali mengenai laporan bahwa virus mulai menyebar di ITB. Virus ini mengupdate dirinya dari suatu situs di Internet, tapi anehnya hanya satu analisis yang menyebutkan hal tersebut. Padahal dengan mengetahui dari URL mana virus itu mengupdate dirinya, kita bisa melakukan hal berikut:

  • Melacak siapa pemilik situs itu, dan dalam kasus web site gratisan, pihak-pihak tertentu (administrator ISP, dll) bisa diminta untuk melacak orang yang mendaftarkan situs tersebut atau mengakses situs tersebut kali pertama (kemungkinan besar sang pembuat virus).
  • Administrator bisa memblok URL update virus di level proxy atau firewall.
  • Dengan melihat log, administrator bisa melacak komputer mana yang terinfeksi Brontok.

Satu-satunya analisis lokal yang menyebutkan bahwa virus mengupdate dirinya berasal dari sebuah perusahaan antivirus lokal yang menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan antivirus luar negeri. Tapi anehnya meski perusahaan tersebut mengetahui bahwa virus tersebut mengupdate dirinya, dia tidak menyebutkan URL updatenya, meski sudah saya tanya pribadi melalui email. Apakah perusahaan tersebut tidak tahu URLnya? (kurang pandai dalam menganalisis virusnya) ataukah mereka sengaja membiarkan agar virus berkesempatan mengupdate dirinya dan perusahaannya mendapatkan untung? (kedua kemungkinan tersebut sama mengkhawatirkannya).

Virus ternyata tidak hanya bisa mengupdate dirinya, tapi juga mendownload daftar file yang perlu dihapus sebelum proses update dilakukan, artinya virus yang tadinya hanya dianggap mengesalkan ini ternyata bisa berbahaya juga. Dan sebenarnya file update virus ini bisa saja bukan berisi virus baru, tapi berisi kode untuk memformat komputer Anda.

Virus versi awal hanya menyerang situs 17tahun.com dan israel.gov.il, tapi lama-lama mulai menyerang situs lain, seperti www.kaskus.com, dan bahkan situs pribadi (blog) seperti fajarweb.com, adakah dendam pribadi oleh pembuat virus ini pada orang tertentu?

Pembuat virus mencantumkan kata-kata ini di virusnya:

!!! Akan Kubuat Mereka (VM lokal yg cengeng & bodoh) Terkapar !!!

Dan di versi Brontok terbaru, ternyata dia berusaha menghapus virus lokal seperti dekil/decoy, kumis, fawn, kangen, dan riyani_jangkaru (pengetahuan saya mengenai virus lokal agak minim, jadi dafar ini hanya yang saya ketahui). Penghapusan sebagian virus lokal cukup menyeluruh, dengan membunuh task virus, menghapus file virus, dan bahkan menormalkan atribut file dokumen yang dibuat menjadi hidden oleh virus lain (tapi pembersihan registry yang diubah virus lain tidak dilakukan).

10 Cara Senam Otak

Berikut 10 aktivitas yang bisa meningkatkan memori otak Anda.

  1. Mempelajari satu kata baru sehari
  2. Bermain video game
  3. Menghargai seni
  4. Menjaga berat badan ideal
  5. Berjalan
  6. Menantang diri
  7. Konsumsi kenari dan blueberry dalam diet harian Anda
  8. Terus belajar
  9. Beristirahat
  10. Bermain

Sabtu, 23 Oktober 2010

BUNGGU: SUKU TERASING DI MAMUJU

SUKU Bunggu adalah nama yang diberikan kepada komunitas suku yang mendiami daerah pegunungan di Mamuju Utara dengan pola hidup nomaden. Beberapa di antara mereka telah berinteraksi dengan suku lain. Namun, tidak sedikit pula yang masih bertahan hidup di pedalaman dan menjadi komunitas suku terasing.
SETELAH hampir selama satu jam melalui jalan milik perkebunan kelapa sawit, akhirnya tiba juga di sebuah jembatan kayu. Di seberang jembatan berdiri kokoh pintu gerbang berwarna putih bertuliskan selamat datang di Desa Pakava. Desa ini merupakan salah satu perkampungan suku Bunggu yang ada di Mamuju Utara.
Beberapa orang di antara Suku Bunggu yang umumnya masih dikenal sebagai salah satu komunitas suku terasing mulai mengenal interaksi dengan suku lain dan membentuk perkampungan. Secara umum, perkampungan Suku Bunggu yang ada di Mamuju Utara, yakni di Desa Bambaira, Desa Pakava, Desa Sarjo, Desa Polewali, dan ada yang berbaur di pemukiman transmigrasi di Desa Martasari.
Kehidupan sehari-hari mereka lebih banyak digantungkan pada alam. Selama berpuluh tahun mereka dikenal sebagai masyarakat yang memanfaatkankan hasil alam di sekitarnya. Desa Pakava akan dijadikan enklave perkampungan adat Suku Bunggu. Kunjungan Fajar ke komunitas Suku Bunggu yang ada di Desa Pakava beruntung dapat menemui Yadi, raja komunitas Bunggu yang ada di Mamuju Utara.
Orangnya sangat bersahaja, tinggi besar, berkulit legam, tetapi jauh dari kesan angker. Umurnya 48 tahun. Yadi yang ditemui siang itu sedang mengunyah sirih, rupanya masih terkendala dengan Bahasa Indonesia yang belum fasih. Kendala penguasaan bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun bahasa suku lain, membuatnya kadang masih tertutup dan malu dengan orang lain.
Beruntunglah, Yadi dengan senang hati bersedia mengantar Fajar menemui Naja, salah seorang tokoh masyarakat Suku Bunggu yang ada di Desa Pakava. Bahasa Indonesianya cukup fasih karena telah terbiasa berinteraksi dengan orang luar, sehingga lebih mudah mengorek informasi tentang Suku Bunggu. Dari perbincangan Fajar dengan Naja, diketahui asal-usul suku ini berasal dari Gunung Pinambani, Sulawesi Tengah.
“Suku Bunggu aslinya adalah Suku Kaili dari Sulawesi Tengah. Orang tua kami kemudian menyebar ke wilayah lain misalnya, Mamuju Utara karena hutan masih sangat lebat untuk dibuka menjadi perkampungan dan kebun seadanya. Suku inilah yang kemudian menjadi Suku Da’a, Suku Bunggu, dan suku-suku lainnya,” ungkapnya.
Penyebaran mereka hingga ke Mamuju Utara dan beberapa daerah lainnya lebih banyak dipengaruhi pola hidup nomaden atau hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Rumah yang digunakan untuk berlindung dari terpaan sinar matahari, hujan dan serangan binatang buas, selalu dalam bentuk darurat atau tidak permanen.
Namun sekarang, beberapa suku Bunggu mulai menemukan titik balik dari kehidupan berkelana mereka menjadi hidup menetap dan membentuk sebuah perkampungan. Mereka mulai mengenal rumah berdinding dan berlantai papan. Atap memang masih tetap menggunakan daun rotan atau daun nira.
Rumah yang mereka bangun tetap dalam ukuran yang kecil sekira 4×6 meter. Bagian rumah tersekat menjadi dua, yakni ruang tempat menerima tamu dan bagian rumah yang lainnya, digunakan sebagai tempat beristirahat sekaligus langsung terhubung dengan tempat memasak. Tinggi rumah mereka rata-rata masih setinggi 2-3 meter dengan tangga tunggal yang terbuat dari batang kayu bulat yang dibuat coakan sebagai tempat pijakan kaki.
Suku Bunggu yang ada di Desa Pakava mulai tinggal dan menetap pada satu perkampungan sejak tahun 1991 lalu. Sebelumnya, mereka hidup berladang dan berpindah-pindah dengan membuka hutan dan membentuk sebuah komunitas atau perkampungan yang terdiri dari lima kepala keluarga (KK) atau maksimal 30 KK. Rumah mereka dibangun di atas pohon yang tingginya dapat mencapai 20 meter. Bentuknya sangat sederhana, sehingga sering disebut sebagai rumah pohon.
Selain rumah pohon, mereka juga kadang membangun rumah sederhana model panggung setinggi 2-3 meter. Lantainya terbuat dari bilah bambu atau kulit kayu yang dikelupas serta beralaskan tikar daun nipah atau daun pohon sagu yang dianyam seadanya. Karena keterbatasan alat, kedua jenis rumah ini hanya berdinding daun rotan, atau bahkan lebih banyak yang tidak berdinding.
Tiang-tiang rumah mereka adalah batangan kayu bulat utuh yang berukuran tidak terlalu besar. Untuk menyambungkan bagian satu dengan yang lainnya, tidak menggunakan paku, melainkan cukup hanya diikat rotan. “Kayu yang kami gunakan untuk membangun rumah bukan jenis kayu yang kuat. Alat-alat yang kami miliki hanya parang dan kampak,” kata Naja.
Naja mengungkapkan, rumah yang dibangun seadanya itu digunakan paling lama enam bulan karena beberapa bagian rumah sudah dimakan rayap. Setelah itu, mereka berpindah tempat lagi dan membabat hutan untuk membuka lahan perkebunan serta membangun rumah pohon atau rumah panggung seadanya.
Lahan yang pernah ditinggalkan akan didatangi kembali, jika mereka mempertimbangkan bahwa tanah tersebut telah subur kembali atau pohon yang telah tumbuh telah dapat ditumbangkan dengan bantuan kapak. Jika masih berupa alang-alang, mereka tidak akan kembali dan mencari lokasi yang jauhnya sekira 5-7 kolometer dari lokasi yang ditinggalkan.
Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih hidup berpindah-pindah tempat. Mereka meninggalkan tanah yang telah digarap jika salah seorang anggota komunitas mereka ada yang sakit atau meninggal dunia. Tanah atau kawasan tersebut dianggap sudah tidak bersahabat lagi. Mereka harus berpindah jauh dari jasad yang disemayamkan, agar tidak terganggu dari arwah yang meninggal.
Alasan lain meninggalkan lahan yang telah dibuka untuk perkampungan dan digunakan sebagai kebun selama sekira enam bulan adalah masa panen telah habis. Ladang tempat menanam ubi atau jagung juga telah ditumbuhi rumput atau alang-alang yang tinggi. Suku Bunggu tidak terbiasa membersihkan ladang yang ditumbuhi rumput.
Pada umumnya, mereka mengkonsumsi ubi dan jagung sebagai makanan pokok. Selain mudah ditanam, tanaman ini juga lebih cepat dipanen. Pohon sagu dijadikan sebagai lumbung pangan, laiknya gudang beras bagi kebanyakan orang yang menjadikan beras sebagai makanan pokok. Sagu menjadi salah satu bahan makanan pokok sambil menunggu berbuahnya tanaman ubi rambat dan jagung yang mereka tanam.
Saat ini, Yadi, Naja dan sekira 30 KK Suku Bunggu yang ada di Desa Pakava mulai mengenal kehidupan yang lebih baik dibanding saat mereka menetap di hutan. Mereka mulai mengenal teknologi seperti televisi, radio, ataupun sepeda motor. Kendati masih menumpang nonton di televisi tetangga dari etnis lain, informasi dari luar mulai terserap. Perempuan Suku Bunggu di Desa Pakava juga mulai mengenal susu instan untuk bayi mereka.
“Kehidupan kami sekarang boleh dikata jauh berbeda dengan saudara-saudara kami yang masih ada di gunung. Sekarang kami telah mengenal uang, pakaian dan kadang-kadang makan nasi. Dulu, pakaian kami terbuat dari kulit kayu yang dipukul-pukul sampai tipis. Kalau selalu hidup pindah-pindah, susah. Sekarang sudah ada teman dari suku lain. Tetapi adat tetap dipertahankan supaya tidak kena bencana,” beber Naja. POLA hidup sebagian masyarakat Suku Bunggu yang mulai berinteraksi dengan etnis lain memang sedikit berubah. Namun, ada satu yang tak pernah lekang tergerus arus perkembangan teknologi dan zaman, yakni Hukum Adat. Desa Pakava yang menjadi perkampungan Suku Bunggu yang terbuka, justru menjadi pusat pesta adat yang menjadi ritual tahunan.
PENATAAN perkampungan Suku Bunggu di Desa Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara, terbilang cukup apik. Bangunan dan model rumah memang sangat sederhana dan masih mendekati bentuk asli ketika masih hidup di daerah pegunungan dengan pola nomaden. Sisi kiri, kanan, dan belakang rumah telah dimanfaatkan sebagai perkebunan tanaman produktif, misalnya kakao dan jeruk.
Di depan rumah Yadi, salah seorang tokoh adat yang merupakan raja Suku Bunggu yang ada di Mamuju Utara, berdiri sebuah bangunan tak berdinding yang cukup luas. Bangunan model panggung dan sangat sederhana dengan tiang penyangga yang cukup banyak ini dinamakan Bantaya. Di Bantaya inilah pertemuan maupun pesta adat Suku Bunggu dipusatkan.
Sejak masih hidup berpindah-pindah di hutan, Suku Bunggu telah mengenal permusyawaratan adat. Selain menaati hukum pemerintah, mereka juga sangat taat terhadap hukum adat. Salah seorang tokoh masyarakat Suku Bunggu di Desa Pakava, Naja, menuturkan, hukum adat ini lahir dari sesama Suku Kaili yang merupakan induk suku mereka.
Hukum adat ini dibuat berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak memihak kepada siapapun. Hukum tak tertulis ini mengatur sendi-sendi kehidupan sejak lahir sampai kembali ke sang pencipta dan diaplikasikan mulai dari bangun tidur sampai kembali ke pembaringan. Hukum ini menjadi norma yang diturunkan ke anak cucu mereka sebagai pedoman hidup agar tidak salah melangkah.
Sebagai pengatur regulasi, mereka menunjuk orang yang dituakan. Setiap pelanggaran terhadap hukum adat dikenakan denda bagi pelakunya. Pemberian hukuman bagi pelanggar hukum adat dibicarakan melalui musyawarah adat di Bantaya. Hukuman yang telah disepakati oleh semua warga yang hadir dalam musyawarah itulah yang harus dijalani oleh pelanggar hukum adat, jika telah ikhlas menjalaninya dan harus membayar dalam bentuk denda.
Menurut Naja, hukuman terberat dalam hukum adat diberikan kepada warga dalam komunitas itu yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan. “Jangan memang membunuh teman atau siapapun. Jika ada yang membunuh, maka akan diikat dan dikubur bersama-sama dengan orang yang dibunuh. Semua warga kampung harus menyaksikan. Ini untuk menghindari dendam karena sudah dikubur sama-sama,” ungkapnya.
Hukum lain yang juga masih diterapkan adalah pemberian hukuman atau denda kepada warga yang diketahui memerkosa atau memegang perempuan. Warga yang diketahui memerkosa harus dinikahkan ditambah membayar denda 4-8 ekor babi. Prosesi pernikahannya juga melalui prosesi adat. Diakuinya, nikah adat memerlukan biaya yang cukup besar. Hukum adat yang tidak dilaksanakan, diyakini akan membuat anak cucu “salah jalan” dalam kehidupannya.
Besar denda yang diberikan kepada pelanggar hukum adat disesuaikan kesalahan dan hasil keputusan musyawarah warga. Untuk pelanggaran yang tergolong ringan, denda dapat dibayar jika penerima denda telah ikhlas menerima denda dan mengakui kesalahannya. “Kalau belum ikhlas, jangan dulu diberi dendanya. Tapi denda itu akan menjadi utang dan diangga berdosa jika belum dibayar,” terang Naja.
Suku Bunggu juga mengenal pesta adat yang digelar setahun sekali antara Mei-Juni dan dilaksanakan selama tiga hari. Pesta adat ini menjadi ajang pertemuan seluruh Suku Bunggu baik yang telah hidup berbaur, maupun yang masih hidup di pegunungan. Pesta adat ini merupakan ritual memperingati kelahiran anak dan dilaksanakan secara bersamaan di Bantaya.
Beberapa ritual unik dilakukan dalam pesta adat ini. Untuk memanggil semua komunitas Suku Bunggu yang tersebar di pedalaman, mereka tidak dipanggil satu persatu. “Kami kirimkan tanda melalui angin panggil mereka dengan proses adat. Memang hanya orang tertentu saja yang tahu panggilan itu dan inilah yang disebarkan ke satu kampung (dalam satu komunitas),” ungkap Yadi.
Aco, salah seorang warga Pasangkayu yang beberapa kali mengikuti pesta adat Suku Bunggu mengungkapkan, meskipun tamu yang akan datang masih jauh, mereka sudah dapat merasakan kehadirannya. “Pernah kami bingung dengan suara gendang yang terus ditabuh. Kata mereka ada tamu yang datang. Setelah menunggu sekira setengah jam, tamunya baru muncul,” bebernya.
Suku Bunggu yang hidup di pedalaman merasa lebih senang mengasingkan diri dan tidak terbiasa melihat orang banyak. Umumnya mereka hidup berkelompok dalam jumlah kecil. Untuk menemukan komunitas Suku Bunggu yang tinggal di hutan, cukup sulit. Mereka menetap jauh di pedalaman di tengah hutan yang masih lebat serta medan yang harus ditempuh sangat berat.
Suku Bunggu yang hidup di pedalaman tidak terbiasa bertemu orang lain di luar komunitasnya. Jika mengetahui kehadiran orang lain, mereka menghilang dan lari ke hutan. Bagi warga yang tinggal di sekitar Pasangkayu, Suku Bunggu dikenal memiliki kelebihan menyelinap dan menghilang di balik pohon dengan cepat. Beberapa warga menyebutnya dengan nama To Pambuni.
Suku Bunggu juga memiliki senjata rahasia yang mematikan. Orang-orang menyebut senjata ini dengan nama sumpit. Meskipun berada dalam radius puluhan meter, senjata ini langsung dapat mengenai lawannya. Sumpit ini terbuat dari buluh yang bulat dan bagian tengahnya berlubang.
Penggunaan senjata beracun yang mematikan ini dengan cara ditiup. Senjata sumpit ini merupakan senjata kebanggan Suku Bunggu dan menjadi senjata utamanya. Namun, mereka memiliki kekhasan tidak akan pernah mengganggu orang lain jika tidak diganggu.
Untuk pendekatan Suku Bunggu yang masih hidup di pedalaman dibutuhkan metode pendekatan baru agar mereka juga dapat menikmati hidup yang lebih baik. Tetapi, keberadaan mereka tetap harus terjaga. Naja mengaku telah sering memanggil saudara-saudaranya yang masih tinggal di pedalaman dan hidup berinteraksi dengan orang lain. “Tetapi kalau diajak satu atau dua tahun tinggal bersama, mereka lari lagi ke hutan dan membuka kebun di sana. Mungkin karena kesenangannya hidup terasing,” tandasnya

8 Hewan Pra Sejarah Yang Paling Terkenal

1. Triceratops

Nama : Triceratops Panjang : 9 m, tinggi 3 m Massa : 12 ton Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu) Makan : Tumbuh-tumbuhan 2. Mammoth Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius) Panjang: 5 meter (hingga bahu) Massa: 12 ton Zaman: Pliosen (4,8 jt tahun yg lalu) Makan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon) 3. Velociraptor Nama: Velociraptor Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m) Massa: 50 kg Zaman: Akhir Cretaeceous Makan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya 4. Pterodactyl Nama: Pterodactyl (Pterosaurus) Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m Massa: - Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu) Makan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan 5. Smilodon Nama: Smilodon (Long-teeth cats) Panjang: - Massa: 55-300 kg Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu) Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.) 6. Temnodontosaurus Nama: Temnodontosaurus Panjang: 9 m Massa: 15 ton Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu) Makan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil

7 Keajaiban Dunia yang Terletak di Bawah Laut

Jika Anda menyukai sejarah, dapat mengikuti berita arkeologi, peradaban tua yang mengagumi dan pada saat yang sama Anda senang dan mempunyai keinginan besar dalam ahli scuba diving, maka di sini kami akan bercerita tentang 7 keajaiban dunia bawah laut, Anda akan senang mungunjunginya. Sejarah kemanusiaan kehilangan banyak dalam proses pembangunan. Banyak kota dan objek lain peradaban yang hilang di kedalaman danau, laut dan samudra di seluruh dunia. Beberapa dari mereka ditengelamkan ke dalam laut, seperti dalam dongeng, oleh gempa bumi, tsunami atau bencana alam lainnya berabad-abad yang lalu. Beberapa dari mereka telah telah dibuka dan di teliti, beberapa bahkan yang diangkat ke permukaan berkat untuk memunculkan tehnologi. Namun, yang lain masih menyimpan banyak rahasia dari peradaban kuno, yang sarjana dan penyelam penasaran turun ke bawah, dalam air hijau. Alexandria, Mesir Alexandria, kota dari Alexander Agung (Macedonia) - sisa kerajaan Cleopatra. Hal ini diantisipasi bahwa kota itu sekitar satu dan seribu setengah tahun yang lalu, dipengaruhi oleh gempa, dan Alexandria hampir sepenuhnya hilang di bawah air, bersama dengan semua artefak, patung, kolom dan keindahan lain dari istana Cleopatra. Proyek untuk menaikkan dari air mencalonkan pakar terus-menerus, tapi sementara kasus ini bergerak perlahan. Namun, Anda dapat melanjutkan untuk menyelam ke reruntuhan dari Alexandria bawah air. Teluk Cambay, India Beberapa tahun yang lalu di India, dibuka sebuah kota tahun 9500. Reruntuhan ini di bawah air di pantai selatan India menunjukkan tingkat peradaban tertinggi pada saat itu. Perlu dicatat bahwa sampai saat ini kota yang sangat tua, yang dikenal di India, hanya ada 5 ribu tahun. Discovery bernama Golden City, sebagai kota legendaris tempat tinggal Krishna Kwan Phayao, Thailand 500 tahun Candi Thai tua terletak di dasar danau Phayao. Danau yang baru - itu diciptakan hampir 70 tahun yang lalu, tapi sekarang drain adalah tidak mungkin - itu memerlukan biaya yang besar sehingga lebih mudah untuk meninggalkan segala sesuatu sebagaimana adanya. Dan beberapa penggemar reruntuhan air berpendapat bahwa candi tersebut telah menjadi bagian dari ekologi danau dan segala sesuatu harus tetap utuh. Yonaguni-Jima, Jepang Dekat pantai Jepang, sekitar dua puluh tahun yang lalu, didirikan piramida bawah laut misterius segera muncul perselisihan. Para ilmuwan menyarankan bahwa «bangunan» terdeteksi ukiran dari batu. Tapi ini dilakukan oleh orang-orang menggunakan alat, dan sangat tinggi dikembangkan teknologi untuk sementara waktu. Havana, Kuba Kelompok ilmuwan terus mengeksplorasi reruntuhan megalitikum dalam saluran Yucatan disebut dekat Kuba. Mereka telah ditemukan mil di sepanjang pantai. arkeolog Amerika, yang menemukan tempat ini, segera menyatakan bahwa mereka menemukan Atlantis (bukan yang pertama kalinya dalam sejarah, arkeologi bawah air). Sekarang kadang-kadang dikunjungi oleh penyelam scuba, dan semua lain yang berminat dapat menikmati hanya dalam survei dan rekonstruksi komputer kota air terkubur dari usia milenium Laut Utara, Eropa Sepotong pemandangan alam yang ditemukan beberapa waktu lalu di Laut Utara. Bagian dari negeri itu di bawah air sehingga tiba-tiba yang diawetkan adalah sungai, danau dataran banjir dan batas tepi pantai. Menurut peneliti, penemuan unik ini telah banyak yang bisa diceritakan tentang apa yang tanah ribuan tahun yang lalu. Atlantis, Antartika Seratus tahun yang lalu, kurator museum di Istanbul membuat penemuan mengejutkan. Dengan mempelajari peta dunia kuno, ia menemukan itu ditandai dengan pegunungan, konsisten dengan topografi diketahui Antartika. Atlantologi sekarang menggunakan kartu ini, membuktikan bahwa Atlantis benua legendaris - apa yang sekarang disebut Antartika. Terutama didorong oleh bukti mereka bahwa ketebalan es di Kutub Selatan adalah tanah perusahaan, bukan di bawah laut, dan pada saat icing di atasnya untuk tumbuh hutan tropis.

33 pekerja tambang Chile dan Numerologi - Kebetulankah?

Beberapa hari belakangan ini, mungkin kalian pernah menonton atau membaca mengenai proses penyelamatan para pekerja tambang di Chile yang terjebak akibat ledakan yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2010. Keseluruhan proses ini cukup menarik perhatian dunia. Bahkan stasiun-stasiun televisi besar di dunia sesekali menginterupsi acara regulernya untuk menyiarkan proses penyelamatan yang berlangsung selama 69 hari. Nah, angka 33 ternyata memainkan peranan penting dalam keseluruhan peristiwa ini. Cukup menarik untuk disimak.

Pertama, ada 33 pekerja tambang yang terjebak di dalamnya. Lalu, dibutuhkan waktu 33 hari sampai mata bor berhasil mencapai tempat para pekerja tersebut. Pada saat itu, sebuah kamera dimasukkan ke dalam lubang dan untuk pertama kalinya dunia bisa melihat kondisi para pekerja yang terjebak. Beberapa orang percaya kalau angka tersebut hanya sebuah kebetulan. Namun bagi yang lain, semuanya memiliki arti. "Pekerjaan pengeboran itu membutuhkan waktu 33 hari, satu hari untuk satu orang," Kata Mikhail Proestakis, Manajer dari Driller Supply Company, yang berpartisipasi dalam proses penyelamatan itu. Setelah dibor, para pekerja membangun sebuah terowongan yang akan digunakan untuk mengeluarkan para pekerja nantinya. Diameter terowongan itu 66 sentimeter, yaitu sama dengan 33 X 2. "Saya percaya dengan numerologi, pasti semuanya memiliki arti." Kata Mikhail lagi. Pada hari ke-66, terowongan yang dibuat untuk penyelamatan berhasil menembus ruangan tempat para pekerja terjebak. Harapan untuk melihat matahari sudah ada di depan mata. 3 hari kemudian, tepatnya setelah terjebak selama 69 hari, satu persatu pekerja dikeluarkan melalui terowongan itu. Penyelamatan itu dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2010 alias 13/10/10.
13 + 10 + 10 = 33
Fakta mengenai tanggal ini disinggung oleh presiden Chile, Sebastian Pinera. "Angka 33 muncul dalam semua proses ini, semuanya cocok, ini sungguh-sungguh mukjizat," Kata Maria Segovia, adik perempuan dari Dario Segovia, salah seorang pekerja. Tidak hanya itu. Ketika mata bor berhasil mencapai para pekerja setelah hari ke-33, para pekerja mengirimkan sebuah catatan untuk menunjukkan kalau mereka masih hidup. Bunyi catatan tersebut adalah:
"Estamos bien en el refugio los 33" Yang dalam bahasa Inggrisnya adalah: "All 33 of us are in the shelter".
Estamos bien en el refugio los 33 - Jumlah Karakter pada kalimat itu adalah: 33 karakter. Kebetulankah? Bagi para warga Chile, angka 33 menunjukkan mukjizat dari Tuhan. Namun bagi para penganut teori konspirasi, seluruh peristiwa ini hanyalah sebuah orkestrasi dari freemasonry karena angka 33 adalah angka yang biasa digunakan para Mason. Seperti yang kita ketahui, organisasi mason terdiri dari 33 level simbolik.
Lambang Mason level 33 Scottish Rite
Menarik bukan?

Google Earth Membuktikan Kebenaran Rasullah

Dalam hadith riwayat Attabarani, Rasulullah SAW perintah seorang sahabat supaya membangun sebuah masjid di taman bernama Bathan di daerah San'ayg terletak di negeri Yemen. Baginda mengarahkan supaya qiblat masjid itu menghadap ke puncak gunung Deyn yg terletak sekitar 30km dari San'aa. 14 abad kemudian, Google Earth membuktikan kebenaran Rasulullah SAW. Melalui rakaman satelit, dapat di lihat dengan jelas bagaimana qiblat masjid ini yang di perintahkan oleh Nabi SAW menghadap ke puncak gunung Deynn, apabila di lanjutkan, ia langsung mengarah ke tengah Kaaba di Baitullah Al Haram. Tiada manusia yg dapat mengetahui perkara ini tanpa bantuan alat2 canggih. Benar lah Muhammad SAW. SUBHAANALLAH!

Kamis, 23 September 2010

Ancaman Global Freemasonry (Bagian 6)

BAB : III
Mengkaji Ulang Humanisme
”Humanisme" dipandang sebagai sebuah gagasan positif oleh kebanyakan orang. Humanisme mengingatkan kita akan gagasan-gagasan seperti kecintaan akan peri kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan. Tetapi, makna filosofis dari humanisme jauh lebih signifikan: humanisme adalah cara berpikir bahwa mengemukakan konsep peri kemanusiaan sebagai fokus dan satu-satunya tujuan. Dengan kata lain, humanisme mengajak manusia berpaling dari Tuhan yang menciptakan mereka, dan hanya mementingkan keberadaan dan identitas mereka sendiri. Kamus umum mendefinisikan humanisme sebagai "sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan pada berbagai nilai, karakteristik, dan tindak tanduk yang dipercaya terbaik bagi manusia, bukannya pada otoritas supernatural mana pun".
Dewasa ini, humanisme telah menjadi nama lain bagi ateisme. Salah satu contohnya adalah antusiasme terhadap Darwin yang khas pada majalah Amerika, The Humanist. Namun, definisi paling jelas tentang humanisme dikemukakan oleh pendukungnya. Salah seorang juru bicara humanisme paling terkemuka di masa kini adalah Corliss Lamont. Dalam bukunya, Philosophy of Humanism, ia menulis:
"(Singkatnya) humanisme meyakini bahwa alam… merupakan jumlah total dari realitas, bahwa materi-energi dan bukan pikiran yang merupakan bahan pembentuk alam semesta, dan bahwa entitas supernatural sama sekali tidak ada. Ketidaknyataan supernatural ini pada tingkat manusia berarti bahwa manusia tidak memiliki jiwa supernatural dan abadi; dan pada tingkat alam semesta sebagai keseluruhan, bahwa kosmos kita tidak memiliki Tuhan yang supernatural dan abadi."
Sebagaimana dapat kita lihat, humanisme nyaris identik dengan ateisme, dan fakta ini dengan bebas diakui oleh kaum humanis. Terdapat dua manifesto penting yang diterbitkan oleh kaum humanis di abad yang lalu. Yang pertama dipublikasikan tahun 1933, dan ditandatangani oleh sebagian orang penting masa itu. Empat puluh tahun kemudian, di tahun 1973, manifesto humanis kedua dipublikasikan, menegaskan yang pertama, tetapi berisi beberapa tambahan yang berhubungan dengan berbagai perkembangan yang terjadi dalam pada itu. Ribuan pemikir, ilmuwan, penulis, dan praktisi media menandatangani manifesto kedua, yang didukung oleh Asosiasi Humanis Amerika yang masih sangat aktif.
Jika kita pelajari manifesto-manifesto itu, kita menemukan satu pondasi dasar pada masing-masingnya: dogma ateis bahwa alam semesta dan manusia tidak diciptakan tetapi ada secara bebas, bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada otoritas lain apa pun selain dirinya, dan bahwa kepercayaan kepada Tuhan menghambat perkembangan pribadi dan masyarakat. Misalnya, enam pasal pertama dari Manifesto Humanis adalah sebagai berikut:
Pertama: Humanis religius memandang alam semesta ada dengan sendirinya dan tidak diciptakan.
Kedua: Humanisme percaya bahwa manusia adalah bagian dari alam dan bahwa dia muncul sebagai hasil dari proses yang berkelanjutan.
Ketiga: Dengan memegang pandangan hidup organik, humanis menemukan bahwa dualisme tradisional tentang pikiran dan jasad harus ditolak.
Keempat: Humanisme mengakui bahwa budaya religius dan peradaban manusia, sebagaimana digambarkan dengan jelas oleh antropologi dan sejarah, merupakan produk dari suatu perkembangan bertahap karena interaksinya dengan lingkungan alam dan warisan sosialnya. Individu yang lahir di dalam suatu budaya tertentu sebagian besar dibentuk oleh budaya tersebut.
Kelima: Humanisme menyatakan bahwa sifat alam semesta digambarkan oleh sains modern membuat jaminan supernatural atau kosmik apa pun bagi nilai-nilai manusia tidak dapat diterima…
Keenam: Kita yakin bahwa waktu telah berlalu bagi teisme, deisme, modernisme, dan beberapa macam “pemikiran baru”.
Pada pasal-pasal di atas, kita melihat ekspresi dari sebuah filsafat umum yang mewujudkan dirinya di bawah nama materialisme, Darwinisme, ateisme, dan agnotisisme. Pada pasal pertama, dogma materialis tentang keberadaan abadi alam semesta dikemukakan. Pasal kedua menyatakan, sebagaimana dinyatakan teori evolusi, bahwa manusia tidak diciptakan. Pasal ketiga menyangkal keberadaan jiwa manusia dengan mengklaim bahwa manusia terbentuk dari materi. Pasal keempat mengajukan sebuah “evolusi budaya” dan menyangkal keberadaan sifat manusia yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan (sifat istimewa manusia yang diberikan pada penciptaan). Pasal kelima menolak kekuasaan Tuhan atas alam semesta dan manusia, dan yang keenam menyatakan bahwa telah tiba waktunya untuk menolak "teisme", yakni kepercayaan pada Tuhan.
Akan teramati bahwa klaim-klaim ini adalah gagasan stereotip, khas dari kalangan yang memusuhi agama sejati. Alasannya adalah bahwa humanisme adalah pondasi utama dari perasaan antiagama. Ini karena humanisme adalah ekspresi dari “manusia merasa bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, yang merupakan dasar utama bagi pengingkaran terhadap Tuhan, sepanjang sejarah. Dalam salah satu ayat Al Quran, Allah berfirman:
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah) yang berbuat demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al Qiyaamah, 75: 36-40)
Allah berfirman bahwa manusia tidak akan “dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, dan segera mengingatkan bahwa mereka adalah ciptaan-Nya. Sebab, begitu menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Allah, seseorang akan memahami bahwa dia bukannya “tanpa pertanggungjawaban”, tetapi bertanggung jawab kepada Allah.
Karena inilah, klaim bahwa manusia tidak diciptakan telah menjadi doktrin dasar filsafat humanis. Dua pasal pertama dari Manifesto Humanis pertama mengungkapkan doktrin ini. Lebih jauh lagi, kaum humanis berpendapat bahwa sains mendukung klaim ini.
Namun, mereka keliru. Sejak Manifesto Humanis pertama dipublikasikan, kedua premis yang dikemukakan kaum humanis sebagai fakta ilmiah tentang gagasan bahwa alam semesta abadi dan teori evolusi, telah runtuh:
1. Gagasan bahwa alam semesta adalah abadi digugurkan oleh serangkaian penemuan astronomis yang dilakukan ketika Manifesto Humanis pertama tengah ditulis. Penemuan seperti fakta bahwa alam semesta tengah berkembang, dari radiasi latar kosmis dan kalkulasi rasio hidrogen atas helium, telah menunjukkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan muncul dari ketiadaan sekitar 15-17 miliar tahun yang lalu dalam sebuah ledakan yang dinamai "Dentuman Besar". Walaupun mereka yang mendukung filsafat humanis dan materialis tidak rela menerima teori Dentuman Besar, mereka akhirnya dikalahkan. Sebagai hasil dari bukti ilmiah yang telah diketahui, komunitas ilmiah akhirnya menerima teori Dentuman Besar, yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan karenanya kaum humanisme tidak dapat membantah lagi. Demikianlah pemikir ateis Anthony Flew terpaksa mengakui:
"… karenanya saya mulai mengakui bahwa ateis Stratonisian telah dipermalukan oleh konsensus kosmologis kontemporer. Karena tampaknya para ahli kosmologi memberikan bukti ilmiah tentang apa yang oleh menurut St. Thomas tak dapat dibuktikan secara filosofis; yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan…."
2. Teori evolusi, pembenaran ilmiah terpenting di balik Manifesto Humanis pertama, mulai kehilangan pijakan satu dekade setelah Manifesto itu ditulis. Saat ini diketahui bahwa skenario yang dikemukakan sebagai asal usul kehidupan oleh kaum evolusionis ateis (dan tak diragukan, humanis), seperti oleh A.I. Oparin dan J.B.S. Haldane pada tahun 1930, tidak memiliki keabsahan ilmiah; makhluk hidup tidak dapat diturunkan secara spontan dari materi tak-hidup sebagaimana diajukan oleh skenario ini.
Catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berkembang melalui sebuah proses perubahan kecil yang kumulatif, tetapi muncul secara tiba-tiba dengan berbagai karakteristik yang berbeda, dan fakta ini telah diterima oleh para ahli paleontologi evolusionis sendiri sejak 1970-an. Biologi modern telah menunjukkan bahwa makhluk hidup bukanlah hasil dari kebetulan dan hukum alam, tetapi bahwa pada setiap sistem kompleks dari organisme yang menunjukkan sebuah perancangan cerdas terdapat bukti bagi penciptaan.
salah satu ideologi humanis : Komunisme
Lebih-lebih lagi, klaim keliru bahwa keyakinan religius merupakan faktor yang menghambat manusia dari perkembangan dan membawanya kepada konflik telah digugurkan oleh pengalaman sejarah. Kaum humanis telah mengklaim bahwa penyingkiran kepercayaan religius akan membuat manusia bahagia dan tenteram, namun, yang terbukti justru sebaliknya. Enam tahun setelah Manifesto Humanis dipublikasikan, Perang Dunia II meletus, sebuah catatan malapetaka yang dibawa ke dunia oleh ideologi fasis yang sekuler. Ideologi humanis lainnya, komunisme, mendatangkan kekejaman yang tak terperi, pertama terhadap bangsa Uni Soviet, kemudian Cina, Kamboja, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan berbagai negara Afrika dan Amerika Latin. Sebanyak 120 juta manusia terbunuh oleh rezim atau organisasi komunis.
Juga telah jelas bahwa merek humanisme Barat (sistem kapitalis) tidak berhasil membawa kedamaian dan kebahagiaan kepada masyarakat mereka sendiri ataupun kepada wilayah-wilayah lain di dunia.
Keruntuhan argumen humanisme tentang agama juga telah tampak pada lapangan psikologi. Mitos Freudian, sebuah batu pijakan dari dogma ateis semenjak awal abad kedua puluh, telah digugurkan oleh data empiris. Patrick Glynn, dari Universitas George Washington, menerangkan fakta ini di dalam bukunya yang berjudul God: The Evidence, The Reconciliation of Faith and Reason in a Postsecular World:
“Seperempat abad terakhir dari abad kedua puluh tidaklah ramah terhadap pandangan psikoanalitik. Yang paling signifikan adalah ditemukannya bahwa pandangan Freud tentang agama (belum lagi sekumpulan besar masalah lain) adalah benar-benar keliru. Yang cukup ironis, riset ilmiah dalam psikologi selama dua puluh lima tahun terakhir telah menunjukkan bahwa, jauh dari sebagai penyakit saraf atau sumber dari neuroses sebagaimana dinyatakan Freud dan murid-muridnya, keyakinan agama adalah salah satu kolerasi yang paling konsisten dari kesehatan mental dan kebahagiaan yang menyeluruh. Kajian demi kajian telah menunjukkan hubungan kuat antara keyakinan dan praktik agama di satu sisi, dan tingkah laku yang sehat sehubungan dengan masalah-masalah seperti bunuh diri, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, perceraian, depresi, bahkan mungkin mengejutkan, tingkat kepuasan seksual di dalam perkawinan, di sisi lain. “ Singkatnya, apa yang dianggap sebagai pembenaran ilmiah di balik humanisme telah terbukti tidak sahih dan janji-janjinya gagal. Namun demikian, kaum humanis tidak meninggalkan filsafat mereka, tetapi malahan mencoba untuk menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia melalui metode propaganda massa. Khususnya pada periode pascaperang terjadilah propaganda humanis yang intens di lapangan sains, filsafat, musik, kesusasteraan, seni, dan film. Pesan menarik namun kosong yang diciptakan oleh para ideolog humanis telah disampaikan kepada massa secara bertubi-tubi. Lagu "Imagine" karya John Lennon, penyanyi solo dari grup musik paling terkenal sepanjang masa, the Beatles, adalah contohnya:
Bayangkan tiada surga
Mudah jika kau coba
Tiada neraka di bawah kita
Di atas kita hanya angkasa
Bayangkan semua manusia
Hidup untuk hari ini saja...
Bayangkan tiada negara
Tak sukar untuk dilakukan
Tak perlu membunuh atau terbunuh
Dan juga tiada agama…
Mungkin kau sebut aku pemimpi
Tetapi aku bukan satu-satunya
Kuharap suatu hari kau bergabung dengan kami
Dan dunia akan menjadi satu
John Lennon, dengan liriknya, "Bayangkan tiada agama," merupakan salah satu propagandis terdepan dari filsafat humanis di abad ke dua puluh.
Lagu ini terpilih sebagai "lagu abad ini" dalam beberapa jajak pendapat yang diselenggarakan di tahun 1999. Ini merupakan indikasi paling tepat tentang perasaan sentimental yang digunakan untuk menyampaikan humanisme kepada massa, karena kurangnya landasan ilmiah atau rasional humanisme. Humanisme tidak dapat menghasilkan keberatan rasional terhadap agama ataupun kebenaran yang diajarkannya, tetapi berusaha menggunakan metode sugestif semacam ini.
Ketika janji-janji Manifesto Humanis I di tahun 1933 terbukti gagal, empat puluh tahun kemudian para humanis mengajukan konsep kedua. Pada awal teks ini ada upaya untuk menjelaskan mengapa janji-janji pertama tidak membuahkan hasil. Walaupun ada fakta bahwa penjelasan ini sangat lemah, ini menunjukkan keterikatan abadi humanisme terhadap filsafat ateis mereka. Karakteristik paling jelas dari manifesto tersebut adalah mempertahankan garis antiagama pada manifesto tahun 1933:
"Sebagaimana di tahun 1933, kaum humanis tetap memercayai bahwa teisme tradisional adalah keimanan yang tak terbukti dan sudah ketinggalan zaman, khususnya keimanan akan Tuhan yang mendengarkan doa, yang dianggap hidup dan memerhatikan manusia, mendengar dan memahami, serta sanggup mengabulkan doa-doa mereka…. Kami percaya… bahwa agama-agama otoriter atau dogmatik yang tradisional, yang menempatkan wahyu, Tuhan, ritus, atau kredo di atas kebutuhan dan pengalaman manusia merugikan spesies manusia…. Sebagai orang yang tidak bertuhan, kami mengawali dengan manusia bukannya Tuhan, alam bukannya ketuhanan. "
Ini adalah penjelasan yang sangat dangkal. Untuk memahami agama, pertama seseorang membutuhkan kecerdasan dan pemahaman agar mampu menangkap gagasan-gagasan yang dalam. Ia mesti didekati dengan tulus dan tanpa prasangka. Alih-alih, humanisme tidak lebih dari upaya dari sekumpulan orang, yang sejak awal adalah ateis dan antiagama yang bernafsu, untuk menggambarkan prasangka ini masuk akal.
Bertolak belakang dari janji-janji filsafat humanis, ateisme hanya membawa perang, konflik, kekejaman, dan penderitaan bagi dunia.
Namun, upaya kaum humanis untuk menggambarkan keimanan kepada Tuhan dan agama-agama Monoteistik sebagai kredo yang tidak berdasar dan ketinggalan zaman sebenarnya bukan hal baru; hanya memperbarui sebuah klaim berusia ribuan tahun dari mereka yang mengingkari Tuhan. Di dalam Al Quran, Allah menjelaskan argumen seumur dunia yang dikemukakan oleh orang-orang kafir:
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu.
(QS. An-Nahl, 16: 22-24)
Ayat ini mengungkapkan bahwa penyebab sebenarnya dari penolakan orang-orang kafir terhadap agama adalah kesombongan yang tersembunyi di dalam hati mereka. Filsafat yang disebut humanisme adalah tampak lahiriah belaka dari pengingkaran akan Tuhan di zaman ini. Dengan kata lain, humanisme bukanlah cara berpikir yang baru, sebagaimana mereka yang mendukung klaimnya; ia sudah seumur dunia ini, pandangan dunia yang kuno yang umum pada mereka yang mengingkari Tuhan karena kesombongan. Jika kita mencermati perkembangan humanisme di dalam sejarah Eropa, kita akan menemukan banyak bukti nyata bagi pernyataan ini.
AKAR HUMANISME DI DALAM KABBALAH
pedagang buku mengenai pengetahuan kabbalah
Kita telah memahami Kabbalah sebagai sebuah doktrin yang berasal dari Mesir Kuno, lalu memasuki dan mencemari agama yang diturunkan Allah kepada bani Israil. Kita juga telah memahami bahwa ia berlandaskan pada cara berpikir yang sesat, yang menganggap manusia sebagai makhluk agung yang tidak diciptakan sebelumnya dan telah ada tanpa permulaan. Humanisme memasuki Eropa dari sumber ini. Keyakinan kristiani berdasarkan kepada keberadaan Tuhan, dan bahwa manusia adalah hamba-hamba ciptaan-Nya yang tergantung kepada-Nya. Namun, dengan penyebaran tradisi Templar di seluruh Eropa, Kabbalah mulai menarik banyak filsuf. Maka, di abad ke-15, arus humanisme bermula dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dalam kancah pemikiran Eropa.
Sebagaimana ditunjukkan oleh sejarawan Universitas Vatikan Malachi Martin, ada hubungan erat antara kebangkitan humanisme di Eropa dengan Kabbalah....
Hubungan antara humanisme dan Kabbalah ini telah ditegaskan dalam sejumlah sumber. Salah satunya adalah buku dari pengarang terkenal Malachi Martin yang berjudul The Keys of This Blood. Martin adalah seorang profesor sejarah pada Lembaga Injil Kepausan Vatikan. Ia mengungkapkan bahwa pengaruh Kabbalah dapat dengan jelas teramati di antara para kaum humanis:
Di dalam iklim ketidakpastian dan tantangan tidak biasa yang menandai zaman Italia Renaisans-awal ini, bangkitlah sebuah jaringan persekutuan kaum Humanis yang bercita-cita melepaskan diri dari kendali menyeluruh dari tatanan mapan itu. Dengan cita-cita seperti ini, persekutuan-persekutuan ini harus berada di dalam lindungan kerahasiaan, paling tidak pada awalnya. Namun di samping kerahasiaan, kelompok-kelompok humanis ini ditandai oleh dua ciri utama lainnya.
Pertama, mereka memberontak terhadap penafsiran tradisional tentang Injil sebagaimana dipertahankan oleh otoritas gerejawi dan sipil, serta menentang pilar-pilar filosofis dan teologis yang dikeluarkan oleh gereja bagi kehidupan sipil dan politis… Dengan sikap permusuhan seperti itu, tidak mengagetkan jika kelompok-kelompok ini memunyai konsepsi sendiri tentang pesan orisinil dari Injil dan wahyu Tuhan. Mereka mengunci diri di dalam apa yang mereka sebut sebagai bentuk pengetahuan yang sangat rahasia, sebuah gnosis, yang sebagiannya mereka landaskan pada rantai kepemujaan dan klenik yang berasal dari Afrika Utara khususnya Mesir dan, sebagiannya, Kabbalah Yahudi yang klasik itu…. Kaum humanis Italia membuang bagian dari gagasan Kabbalah nyaris tanpa dikenali. Mereka merekonstruksi konsep gnosis, dan memindahkannya ke latar duniawi yang sepenuhnya ini. Gnosis khusus yang mereka cari adalah suatu pengetahuan rahasia tentang bagaimana menguasai kekuatan alam yang buta untuktujuan sosio-politis. Pendeknya, masyarakat humanis yang terbentuk pada masa itu ingin menggantikan budaya Katolik Eropa dengan sebuah budaya baru yang berakar pada Kabbalah. Mereka bermaksud menciptakan perubahan sosiopolitis untuk mewujudkannya. Menarik bahwa di samping Kabbalah, pada sumber budaya baru ini terdapat doktrin-doktrin Mesir Kuno. Prof. Martin menulis:
Para calon anggota persekutuan humanis awal ini adalah pengikut Kuasa Agung Arsitek Kosmos yang Agung yang mereka representasikan dalam bentuk Tetragrammaton Sakral, YHWH…. (kaum humanis) meminjam lambang-lambang lain Piramid dan Mata Yang Melihat Segalanya terutama dari sumber-sumber Mesir.
Menarik sekali bahwa kaum humanis menggunakan konsep “Arsitek Agung Alam Semesta”, sebuah istilah yang masih digunakan oleh kaum Mason saat ini. Ini menunjukkan bahwa pastilah terdapat hubungan antara kaum humanis dan Mason. Prof. Martin menulis:
Sementara, di daerah utara lainnya, berlangsung sebuah persatuan yang jauh lebih penting dengan para humanis. Sebuah persatuan yang tak diduga siapa pun. Di tahun 1300-an, selama masa persekutuan pengikut kaballah dan humanis mulai menemukan bentuk-nya, telah ada terlebih dahulu terutama di Inggris, Skotlandia, dan Prancis berbagai gilda manusia abad pertengahan…. Tidak seorang pun yang hidup di tahun 1300-an dapat memperkirakan penggabungan pemikiran antara gilda-gilda freemasonry dan kaum humanis Italia….
Freemasonry baru bergeser dari semua kesetiaan kepada agama Kristen gerejawi Romawi. Dan sekali lagi, sebagaimana pada para humanis klenik Italia, kerahasiaan yang dijamin oleh tradisi Loge sangat penting dalam keadaan tersebut. Namun selain kerahasiaan, kedua kelompok memiliki kesamaan yang lebih banyak lagi. Dari berbagai tulisan dan catatan Masonry yang spekulatif, jelaslah bahwa ajaran keagamaan pusat menjadi kepercayaan kepada Arsitek Agung Alam Semesta suatu sosok yang sekarang akrab dari pengaruh para humanis Italia…. Arsitek Agung ada dan menjadi bagian penting dari materi kosmos, sebuah hasil dari pemikiran yang “tercerahkan.”
Tidak ada dasar konseptual yang dapat menghubungkan keyakinan seperti ini dengan agama Kristen. Belum lagi semua gagasan seperti dosa, Neraka sebagai hukuman dan Surga sebagai ganjaran, dan Pengorbanan abadi dari Misa, santo dan malaikat, pendeta dan paus.
Singkatnya, di Eropa abad keempat belas, sebuah organisasi humanis dan Masonik lahir dengan mengakar kepada Kabbalah. Dan bagi organisasi ini, Tuhan tidaklah sebagaimana pandangan Yahudi, Kristen, dan Muslim: yakni sebagai Pencipta dan Pengatur segenap alam semesta dan satu-satunya Penguasa, serta Tuhan dari umat manusia. Alih-alih, mereka memunyai konsep sendiri, seperti “Arsitek Agung Alam Semesta”, yang mereka pandang sebagai “bagian dari alam materi”.
Dengan kata lain, organisasi rahasia ini menolak Tuhan, sebaliknya, melalui konsep “Arsitektur Agung Alam Semesta” menerima alam materi sebagai suatu bentuk ketuhanan.
Agar mendapatkan definisi yang lebih jelas dari kepercayaan yang rusak ini, kita dapat meloncat ke abad kedua puluh dan mengamati literatur Masonik. Misalnya, salah satu pengikut Mason Turki yang paling senior, Selami Isindag, mengarang buku berjudul Masonluktan Esinlenmeler (Inspirasi dari Freemasonry). Tujuan dari buku ini adalah untuk mendidik pengikut Mason muda. Mengenai kepercayaan Mason terhadap “Arsitek Agung Alam Semesta”, ia mengungkapkan:
"Masonry bukannya tanpa Tuhan. Namun konsep Tuhan mereka berbeda dari yang ada pada agama. Tuhan Masonry adalah sebuah prinsip agung. Ia berada pada puncak evolusi. Dengan mengkritisi keberadaan di dalam diri kita, mengenal diri kita, dan secara sengaja menempuh jalan sains, kecerdasan, dan kebajikan, kita dapat mengurangi sudut antara ia dan diri kita. Kemudian, tuhan ini memiliki ciri-ciri baik dan buruk dari manusia. Ia tidak mewujud sebagai pribadi. Ia tidak dipandang sebagai tuntunan alam atau umat manusia. Ia adalah arsitek dari karya agung alam semesta, kesatuan dan keselarasannya. Ia adalah totalitas dari semua makhluk di alam semesta, sebuah kekuatan total yang mencakup segala sesuatu, dan energi. Walau begitu, tidak dapat dianggap bahwa ia adalah suatu permulaan… ini sebuah misteri besar."
Di buku yang sama, jelas jika kaum Freemason menyebut tentang “Arsitek Agung Alam Semesta”, yang dimaksudkan adalah alam, atau, artinya mereka menyembah alam:
"Selain alam, tidak mungkin ada kekuatan yang bertanggung jawab atas pikiran atau tindakan kita…. Prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin Masonry adalah fakta-fakta ilmiah yang berdasarkan kepada sains dan kecerdasan. Tuhan adalah evolusi. Unsurnya adalah kekuatan alam. Jadi realitas absolut adalah evolusi itu sendiri dan energi yang mencakupnya. "
Majalah Mimar Sinan, sebuah organisasi penerbitan khusus bagi kaum Freemason Turki juga memberikan pernyataan tentang filsafat Masonik yang sama:
"Arsitek Agung Alam Semesta adalah kecenderungan menuju keabadian. Ia adalah jalan masuk ke keabadian. Bagi kami, ia adalah suatu pendekatan. Ia menuntut pencarian tanpa henti terhadap kesempurnaan mutlak di keabadian. Ia membuat jarak antara saat sekarang dan Freemason yang berpikir, atau, kesadaran."
Beberapa simbol Masonik.
Inilah kepercayaan yang dimaksudkan para Mason ketika berujar, "kami memercayai Tuhan, kami sama sekali tidak menerima ateis di sekitar kami." Bukannya Tuhan yang disembah para Mason, namun konsep-konsep naturalis dan humanis semacam alam, evolusi, dan kemanusiaan yang dituhankan oleh filosofi mereka.
Jika kita sekilas mengamati literatur Masonik, kita dapat mulai melihat bahwa organisasi ini tidak lebih dari humanisme yang terorganisasi, juga memahami bahwa sasarannya adalah untuk menciptakan sebuah tatanan humanis sekuler di seluruh penjuru dunia. Berbagai gagasan ini lahir di antara kalangan humanis dari Eropa abad keempat belas; sementara para Mason saat ini masih mengajukan dan membelanya.